Kader Wahdah Islamiyah Raih Penghargaan Satpam Terbaik di HUT Bhayangkara ke-80 Bulukumba

Bulukumba – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi catatan prestasi membanggakan bagi keluarga besar Wahdah Islamiyah. Di tengah semarak menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan digelar di Jakarta, salah seorang kader terbaik di Kabupaten Bulukumba, Muhammad Arzi, berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba.

Upacara peringatan yang berlangsung khidmat di Kabupaten Bulukumba ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Bulukumba, Dandim 1411/Bulukumba, Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, serta Kapolres Bulukumba beserta seluruh jajaran pejabat utama Polres.

Penghargaan ini tidak datang begitu saja. Satuan Binmas Polres Bulukumba sebelumnya melakukan penilaian objektif dengan mengunjungi langsung berbagai kantor instansi di wilayah hukum Polres Bulukumba. Dari hasil pemantauan lapangan tersebut, tim penilai menyaring satuan pengamanan (Satpam) yang memiliki kinerja, kedisiplinan, dan penampilan terbaik.

Muhammad Arzi, yang telah mengabdi selama 10 tahun sebagai Satuan Pengamanan di Kantor PLN UP3 Bulukumba, dinilai memenuhi seluruh kriteria utama tersebut. Tim Binmas menetapkannya sebagai yang terbaik berdasarkan aspek utama berupa penampilan yang rapi, performa kerja yang prima, serta indikator nilai positif lainnya selama bertugas.

Saat namanya dipanggil untuk menerima penghargaan di hadapan para pejabat daerah, Muhammad Arzi mengaku diselimuti rasa haru dan bangga. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari doa dan keberkahan orang tua.

"Penghargaan ini sangat penting dan berharga bagi saya, khususnya sebagai kader Wahdah Islamiyah. Prestasi ini tentu tidak lepas dari doa-doa orang tua tercinta," ungkap Arzi dengan penuh rasa syukur.

Menariknya, Arzi mengungkapkan bahwa rahasia utama di balik konsistensi dan profesionalismenya selama menjalankan tugas adalah bekal pembinaan Islam yang diterimanya di organisasi.

"Nilai-nilai tarbiyah yang saya dapatkan di Wahdah Islamiyah sangat membantu dalam pekerjaan. Tarbiyah menjadi tolak ukur saya dalam bersikap ramah, berkata sopan kepada pelanggan, menjaga penampilan, serta berikhtiar memberikan contoh yang baik bagi rekan-rekan kerja," tambahnya.

Selama 10 tahun bertugas, tantangan berat seperti menghadapi komplain pelanggan saat terjadi gangguan listrik berhasil ia hadapi dengan kepala dingin dan komunikasi yang santun—sebuah cerminan akhlak seorang kader.

Prestasi ini diharapkan mampu memperkuat hubungan sinergis dan tali silaturahmi antara ormas Wahdah Islamiyah dengan kepolisian, khususnya di wilayah Bulukumba. Di samping itu, capaian ini menjadi kado indah dan motivasi bagi seluruh kader di seluruh Indonesia yang tengah bersiap menyambut Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta.

Sebagai penutup, Muhammad Arzi memberikan pesan pembakar semangat bagi seluruh rekan sejawatnya.

"Amanah bagi teman-teman kader Wahdah, apa pun profesi kita, tetaplah semangat dan selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan. Jadikan profesi kita sebagai ladang dakwah dan berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat," pungkasnya optimis.

Medikom Wahdah Islamiyah Bulukumba

Berita | 30 Jun | Selengkapnya ...

Penuh Haru dan Kebanggaan, Wisuda Santri XXIV TPQ Wahdah Islamiyah Bulukumba Sukses Digelar

Bulukumba – Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Wahdah Islamiyah Kabupaten Bulukumba sukses menggelar Wisuda Santri Angkatan XXIV pada Ahad, 14 Juni 2026 M bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Senyuman Orang Tua dengan Cahaya Al-Qur’an” ini berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para santri, orang tua, pengurus Wahdah Islamiyah, serta sejumlah tamu undangan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi capaian para santri yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur'an di bawah binaan Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur'an (UPPDQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba.

Dalam sambutannya, Syukriadi, S.Ag., M.M., yang mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Wahdah Islamiyah dalam membina generasi Qurani. Ia menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur'an tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga harus mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.

"Jangan menganggap bahwa lembaga pendidikan memiliki kewajiban seratus persen dalam membina anak-anak. Apa yang diperoleh anak-anak di TPQ harus mendapatkan penguatan dan tindak lanjut di rumah. Karena rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi saat ini. Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai Islam sejak dini menjadi salah satu solusi dalam membentuk karakter dan akhlak mulia.

"Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak yang cerdas, tetapi juga generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Bulukumba yang diwakili oleh Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bulukumba yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Wahdah Islamiyah Bulukumba atas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan Al-Qur'an.

"Pelaksanaan wisuda ini merupakan bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah. Kami melihat kontribusi organisasi ini sangat besar dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulukumba," tuturnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Bulukumba tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam yang aktif dalam bidang pendidikan dan pembinaan umat.

Menurutnya, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba yang terus mengalami kemajuan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Acara wisuda berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan. Para santri tampil menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an yang telah mereka pelajari selama mengikuti pendidikan di TPQ. Kehadiran orang tua yang menyaksikan langsung prosesi wisuda menjadi momen yang mengharukan sekaligus membanggakan.

Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah Bulukumba berharap para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada capaian wisuda semata, tetapi terus meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an melalui membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat membangun generasi Qurani, Wisuda Santri Angkatan XXIV ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah.

(Kontributor Media Wahdah Islamiyah Bulukumba)

Berita | 14 Jun | Selengkapnya ...

Wisuda Santri XXIV Jadi Bukti Komitmen Wahdah Islamiyah Bulukumba dalam Pembinaan Generasi Qurani

Bulukumba – Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Wahdah Islamiyah Kabupaten Bulukumba sukses menggelar Wisuda Santri Angkatan XXIV pada Ahad, 14 Juni 2026 M bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Senyuman Orang Tua dengan Cahaya Al-Qur’an” ini berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para santri, orang tua, pengurus Wahdah Islamiyah, serta sejumlah tamu undangan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi capaian para santri yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur'an di bawah binaan Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur'an (UPPDQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba.

Dalam sambutannya, Syukriadi, S.Ag., M.M., yang mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Wahdah Islamiyah dalam membina generasi Qurani. Ia menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur'an tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga harus mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.

"Jangan menganggap bahwa lembaga pendidikan memiliki kewajiban seratus persen dalam membina anak-anak. Apa yang diperoleh anak-anak di TPQ harus mendapatkan penguatan dan tindak lanjut di rumah. Karena rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi saat ini. Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai Islam sejak dini menjadi salah satu solusi dalam membentuk karakter dan akhlak mulia.

"Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak yang cerdas, tetapi juga generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Bulukumba yang diwakili oleh Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bulukumba yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Wahdah Islamiyah Bulukumba atas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan Al-Qur'an.

"Pelaksanaan wisuda ini merupakan bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah. Kami melihat kontribusi organisasi ini sangat besar dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulukumba," tuturnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Bulukumba tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam yang aktif dalam bidang pendidikan dan pembinaan umat.

Menurutnya, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba yang terus mengalami kemajuan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Acara wisuda berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan. Para santri tampil menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an yang telah mereka pelajari selama mengikuti pendidikan di TPQ. Kehadiran orang tua yang menyaksikan langsung prosesi wisuda menjadi momen yang mengharukan sekaligus membanggakan.

Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah Bulukumba berharap para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada capaian wisuda semata, tetapi terus meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an melalui membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat membangun generasi Qurani, Wisuda Santri Angkatan XXIV ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah.

(Kontributor Media Wahdah Islamiyah Bulukumba)

Berita | 14 Jun | Selengkapnya ...

Wisuda Santri XXIV Jadi Bukti Komitmen Wahdah Islamiyah Bulukumba dalam Pembinaan Generasi Qurani

Bulukumba – Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Wahdah Islamiyah Kabupaten Bulukumba sukses menggelar Wisuda Santri Angkatan XXIV pada Ahad, 14 Juni 2026 M bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Senyuman Orang Tua dengan Cahaya Al-Qur’an” ini berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para santri, orang tua, pengurus Wahdah Islamiyah, serta sejumlah tamu undangan.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi capaian para santri yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur'an di bawah binaan Unit Pengembangan Pendidikan Dasar Qur'an (UPPDQ) Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba.

Dalam sambutannya, Syukriadi, S.Ag., M.M., yang mewakili Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Wahdah Islamiyah dalam membina generasi Qurani. Ia menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur'an tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga harus mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.

"Jangan menganggap bahwa lembaga pendidikan memiliki kewajiban seratus persen dalam membina anak-anak. Apa yang diperoleh anak-anak di TPQ harus mendapatkan penguatan dan tindak lanjut di rumah. Karena rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita," ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi saat ini. Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai Islam sejak dini menjadi salah satu solusi dalam membentuk karakter dan akhlak mulia.

"Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak yang cerdas, tetapi juga generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Bulukumba yang diwakili oleh Drs. H. Muhammad Daud Kahal, M.Si., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bulukumba yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas kedinasan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada Wahdah Islamiyah Bulukumba atas kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan Al-Qur'an.

"Pelaksanaan wisuda ini merupakan bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah. Kami melihat kontribusi organisasi ini sangat besar dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bulukumba," tuturnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Bulukumba tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam yang aktif dalam bidang pendidikan dan pembinaan umat.

Menurutnya, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba yang terus mengalami kemajuan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Acara wisuda berlangsung dengan penuh semangat dan kebanggaan. Para santri tampil menunjukkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an yang telah mereka pelajari selama mengikuti pendidikan di TPQ. Kehadiran orang tua yang menyaksikan langsung prosesi wisuda menjadi momen yang mengharukan sekaligus membanggakan.

Melalui kegiatan ini, Wahdah Islamiyah Bulukumba berharap para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada capaian wisuda semata, tetapi terus meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an melalui membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat membangun generasi Qurani, Wisuda Santri Angkatan XXIV ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah.

(Kontributor Media Wahdah Islamiyah Bulukumba)

Berita | 13 Jun | Selengkapnya ...

96 Sapi dan 10 Kambing, Wahdah Bulukumba Tebar Qurban

BULUKUMBA – Wahdah Islamiyah Bulukumba kembali melaksanakan program Tebar Daging Qurban pada Rabu, 27 Mei 2026 M. Pada momentum Iduladha tahun ini, Wahdah Islamiyah Bulukumba berhasil menghimpun dan menyelenggarakan penyembelihan sebanyak 96 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang didistribusikan di 12 titik pelaksanaan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bulukumba.

Program qurban ini memberikan manfaat kepada ribuan penerima daging qurban, sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun rincian pelaksanaan qurban di 12 titik tersebut sebagai berikut:

  1. Masjid Al Ikhlas CekkengSapi: 11 ekor

  2. Masjid At-Tarbiyah, Ela-Ela, Kecamatan Ujung BuluSapi: 3 ekor

  3. Masjid Nurah Ath-Thuwaijiry, Jalan Cendana, Kecamatan Ujung BuluSapi: 9 ekor
    Kambing: 4 ekor

  4. DPC Wahdah Islamiyah Gantarang dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Sapi: 19 ekor

  5. RTQ Al-Aulad dan MAN 2 Bulukumba Sapi: 4 ekor

  6. DPC Wahdah Islamiyah Ujung Bulu Sapi: 6 ekor

  7. DPC Wahdah Islamiyah Ujung Loe Sapi: 11 ekor

  8. Masjid Khadijah dan Masjid Nurul Huda Galagang, Kecamatan Ujung Loe Sapi: 8 ekor

  9. DPC Wahdah Islamiyah Bulukumpa Sapi: 16 ekor
    Kambing: 1 ekor

  10. RTQ Al-Muwaffaq, Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale Sapi: 16 ekor Kambing: 3 ekor

  1. RM HDR Sapi: 1 ekor Kambing: 2 ekor

  1. DPC Wahdah Islamiyah Bonto Bahari Sapi: 3 ekor

Total hewan qurban:

  • Sapi: 96 ekor

  • Kambing: 10 ekor

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba, Jusman M, menyampaikan rasa syukur atas capaian pelaksanaan qurban tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bulukumba yang telah mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya kepada Wahdah Islamiyah Bulukumba.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas amanah dan kepercayaan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh peserta qurban serta segenap panitia di tingkat DPC, masjid, dan RTQ binaan Wahdah Islamiyah Bulukumba yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan qurban tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, laporan pelaksanaan qurban ini juga akan disampaikan kepada DPP Wahdah Islamiyah sebagai bagian dari laporan nasional yang akan dipresentasikan pada Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang.

Editor: Medikom Wahdah Bulukumba

Berita | 28 May | Selengkapnya ...

96 Sapi dan 10 Kambing, Wahdah Bulukumba Tebar Qurban

BULUKUMBA – Wahdah Islamiyah Bulukumba kembali melaksanakan program Tebar Daging Qurban pada Rabu, 27 Mei 2026 M. Pada momentum Iduladha tahun ini, Wahdah Islamiyah Bulukumba berhasil menghimpun dan menyelenggarakan penyembelihan sebanyak 96 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang didistribusikan di 12 titik pelaksanaan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bulukumba.

Program qurban ini memberikan manfaat kepada ribuan penerima daging qurban, sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun rincian pelaksanaan qurban di 12 titik tersebut sebagai berikut:

  1. Masjid Al Ikhlas Cekkeng

    • Sapi: 11 ekor

  2. Masjid At-Tarbiyah, Ela-Ela, Kecamatan Ujung Bulu

    • Sapi: 3 ekor

  3. Masjid Nurah Ath-Thuwaijiry, Jalan Cendana, Kecamatan Ujung Bulu

    • Sapi: 9 ekor

    • Kambing: 4 ekor

  4. DPC Wahdah Islamiyah Gantarang dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

    • Sapi: 19 ekor

  5. RTQ Al-Aulad dan MAN 2 Bulukumba

    • Sapi: 4 ekor

  6. DPC Wahdah Islamiyah Ujung Bulu

    • Sapi: 6 ekor

  7. DPC Wahdah Islamiyah Ujung Loe

    • Sapi: 11 ekor

  8. Masjid Khadijah dan Masjid Nurul Huda Galagang, Kecamatan Ujung Loe

    • Sapi: 8 ekor

  9. DPC Wahdah Islamiyah Bulukumpa

    • Sapi: 16 ekor

    • Kambing: 1 ekor

  10. RTQ Al-Muwaffaq, Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale

  • Sapi: 16 ekor

  • Kambing: 3 ekor

  1. RM HDR

  • Sapi: 1 ekor

  • Kambing: 2 ekor

  1. DPC Wahdah Islamiyah Bonto Bahari

  • Sapi: 3 ekor

Total hewan qurban:

  • Sapi: 96 ekor

  • Kambing: 10 ekor

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba, Jusman M, menyampaikan rasa syukur atas capaian pelaksanaan qurban tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bulukumba yang telah mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya kepada Wahdah Islamiyah Bulukumba.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas amanah dan kepercayaan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh peserta qurban serta segenap panitia di tingkat DPC, masjid, dan RTQ binaan Wahdah Islamiyah Bulukumba yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan pelaksanaan qurban tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, laporan pelaksanaan qurban ini juga akan disampaikan kepada DPP Wahdah Islamiyah sebagai bagian dari laporan nasional yang akan dipresentasikan pada Muktamar V Wahdah Islamiyah yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang.

Editor: Medikom Wahdah Bulukumba

Berita | 28 May | Selengkapnya ...

Dai Wahdah Islamiyah Bulukumba di Percaya jadi Khatib Idul Adha 1447 H di Lapas Kelas II A Bulukumba

BULUKUMBA – Gema takbir, tahmid dan tahlil berkumandang syahdu memecah keheningan di balik dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba.

Jajaran petugas bersama ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam berkumpul dengan penuh khidmat untuk menunaikan ibadah Salat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, Rabu, 27 Mei 2026 pagi.

Pelaksanaan salat Id tahun ini dipusatkan di Masjid Babuttaubah yang berada di dalam lingkungan Lapas Bulukumba. Sejak fajar menyingsing, para jemaah dengan pakaian terbaiknya telah memadati area masjid dengan tertib demi merayakan hari raya kurban dalam suasana kekeluargaan yang erat, meleburkan sekat antara petugas dan warga binaan.

Tahun ini Wahdah Islamiyah Bulukumba di Percaya Menjadi Khatib Idul Adha 1447 H di Lapas Kelas II A Bulukumba

Dengan tema "Keluarga Qur'ani, Moral Insani : Pelajaran dari Keluarga Ibrahim" Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib pada Salat Iduladha kali ini adalah Ustaz Ismail Wahid, S.Pd.I. Dalam khutbahnya, Ustaz Ismail menyampaikan khotbah mendalam yang mengajak pada kebaikan sekaligus memberikan motivasi spiritual bagi para warga binaan untuk melakukan transformasi total dan perubahan hidup ke arah yang lebih maju.

Ustaz Ismail secara khusus mengingatkan agar tidak ada satu pun warga binaan yang merasa rendah diri atau berputus asa dari rahmat Allah SWT karena kekhilafan di masa lalu.

Berita | 27 May | Selengkapnya ...

38 Khatib Iduladha Siap Mengisi Mimbar Dakwah di Berbagai Wilayah Bulukumba

Bulukumba – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Salat Iduladha 10 Zulhijjah 1447 H, DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba resmi mengumumkan daftar khatib Iduladha yang akan bertugas di berbagai masjid dan lapangan pelaksanaan salat Id di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba.

Sebanyak 38 khatib telah disiapkan untuk mengisi mimbar dakwah Iduladha di berbagai titik pelaksanaan yang tersebar di beberapa kecamatan. Penugasan ini merupakan bagian dari komitmen Wahdah Islamiyah Bulukumba dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat pada momentum hari raya kurban.

Mengusung tema “Keluarga Qurani Moral Insani: Pelajaran Dari Keluarga Ibrahim”, khutbah Iduladha tahun ini diharapkan mampu menginspirasi umat Islam untuk meneladani nilai keimanan, ketakwaan, pengorbanan, serta keharmonisan keluarga sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bersama keluarganya.

Wahdah Islamiyah Bulukumba menyelenggarakan di dua tempat antara lain Pelataran Pasar Tradisional Cekkeng, Kec. Ujung Bulu dan Masjid At Tauhid Desa Polewali, Kec. Gantarang. Selain dua titik pelaksanaan ini Da’i DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba Tersebar di 38 Titik Shalat Iduladha di 10 Kecamatan di Bulukumba, berikut daftar Khatib Idul Adha Wahdah Islamiyah Bulukumba :

1. Lapangan Al Ikhlas Cekkeng (Ust. Fhajri Amal, S.Pd.I)

2. Lapangan Masjid Attauhid, Desa Polewali (Ust.Rafiuddin Lc)

3. Masjid Faizah Sapna, Belakang BNI (Ust. Abdul Malik, S.Pd)

4. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulukumba (Ust. Ismail Wahid, S.Pd.I)

5. Masjid Nurul Ufuq, Bulo-bulo (Ust. Supriadi Nasir, S.Pd., Gr)

6. Lapangan Dusun Kaluku, Desa Benteng Palioli (Ust. Ashim Abu Ayyub)

7. Masjid Al Muzaini Allu (Ust. Amrul Abu Khair, S.Pd)

8. Masjid Nurul Israq, Bulo Lohe, Bonto Manai (Arman Maulana, S.H.)

9. Masjid Al Munawwarah Bonto Bulaeng, Desa Benteng Gattareng (Ust. H. Syafaruddin Bundu)

10. Masjid Nurul Hakim, Parukku, Desa Bulo Lohe (Ust. Khairul Mahfud, S.Pd)

11. Masjid Nurul Yaqin Pattompongan Benjala (Ust. Saenal, S.H)

12. Masjid Nurul Dakwah Benjala (Ust. Bahrun Hasri, S.Pd)

13. Masjid Maqamu Ibrahim Panggala (Ust. Rahmad Husain)

14. Masjid Babussafa Taccorong (Ust. Jusman Ismail)

15. Lapangan BTN 1, Kec. Ujung Bulu (Ust. Dr. H. Harman Tajang, Lc, M.H.I)

16. Masjid Al Ansar Bonto Bangung (Ust. Nurul Akbar)

17. Masjid Nur Resky Baji Areng (Ust.Yunar Asmar)

18. Masjid Al Furqon BTN Bongkas (Ust. Wahidin Nur, S.Pd)

19. Masjid Babussalam Kel. Tanah Beru, Kec. Bonto Bahari (Ust. Ali Akbar)

20. Masjid Amalia BTN puri asri 2 (Ust. Baharuddin juma')

21. Masjid Nurul Huda Balombessi (Ust. H. Rahmat Kurniansyah, S.Sos.M.H)

22. Lapangan Desa Seppang (Ust. Rahmat Kurniawan S.Sos, M.H)

23. Masjid Nurul Mubin Bonto Suka, Kec. Herlang (Ust. Muhammad Jasmin, S. H)

24. Masjid Al Ikhlas Bonto Kadieng Benjala (Ust. Jamal Yusuf)

25. BTN Cabalu (Ust. Jusman M, S.Pd., M.M)

26. Masjid Nurul Iman Dusun Balo' Desa Swatani Kec. Rilau Ale (Ust. Jumardi, S.H.)

27. Lapangan Hitam Bira (Ust. Irswandi )

28. Masjid khadijah topanda (Ust. Arwan Arhiansar, S.H)

29. Nurul Jihad Dusun Canpaga Desa Tamaona kec.Kindang (Ust. Syarifuddin)

30. Masjid Al-Muharijin, Desa Batukaropa (Ust Alfian Uwais, S.H)

31. Masjid Raudhatul Jannah (Ust. Sultan Akbar Wahidin S.Pt)

32. Pelabuhan leppe'e (Ust. Arifuddin )

33. Masjid Annur Limbua Benjala (Ust. Ahmad Ryzaldi )

34. Mesjid Nurul Fala ela-ela (Ust.Andi Saddang Husain)

35. Masjid Nurul Yakin siriya Desa kahayya (Ust. Muhammad Isdamir, S.Pd)

36. Masjid Rahmatullah, Desa Barugae Kec.Bulukumpa (Ust. Farid HP, S.Pd.I, S.H, M.Pd)

37. Masjid Khodijah Galagang (Ust. Basri Aras, S.Pd., M.Pd)

38. Masjid Nurul Iman, Assung Batua, Desa Pangalloang, Kec. Rilau Ale ( Ust. Rudi. B, S.Pd.)


DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba berharap pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H berjalan lancar, khusyuk, dan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Bulukumba. 

Editor: Medikom Wahdah Bulukumba

Berita | 26 May | Selengkapnya ...

Tingkatkan Profesionalitas, Wahdah Islamiyah Bulukumba adakan Bimtek Administrasi

Dewan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Bulukumba kembali melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas pengurus melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Administrasi pada Ahad, 3 April 2026, bertempat di Kantor DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Kesekretariatan ini diikuti lebih dari 20 peserta yang terdiri atas sekretaris SKUO (Satuan Kerja Unit Organisasi) serta sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wahdah Islamiyah se-Kabupaten Bulukumba.

Ketua panitia sekaligus Ketua Biro Kesekretariatan, Al Askar Khuzaifah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola administrasi di lingkungan organisasi.

“Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola administrasi dan memperkuat organisasi ke depan,” ujarnya.

Sekretaris DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba, Ustadz Amrul Abu Khair, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin organisasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurus di bidang administrasi.

“Program ini bertujuan meningkatkan ketertiban administrasi serta efektivitas pengelolaan lembaga dalam mendukung visi Wahdah Islamiyah 2030,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem administrasi yang lebih tertata dan profesional.

“Bimtek ini menjadi langkah penguatan agar administrasi organisasi lebih efektif, tertib, dan terstruktur,” tambahnya.

Salah satu peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas kegiatan ini. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan dan bisa langsung kami terapkan dalam tugas kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba juga telah melaksanakan Workshop Administrasi dan Jurnalistik bertema “Islamic Mediation in Modern Era” pada 26–27 April 2025 di Kantor DPD WI Bulukumba.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk upaya berkelanjutan Wahdah Islamiyah Bulukumba dalam meningkatkan kapasitas pengurus. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara melalui penguatan tata kelola organisasi yang profesional, efektif, dan berdaya guna.

Reporter: Rahman AL

Berita | 04 May | Selengkapnya ...

Gelorakan Spirit Siri na Pacce, Kyai Zaitun Rasmin Ajak Umat Tak Sekadar Diam Lihat Al-Aqsha Terluka

BULUKUMBA – Gema takbir dan suasana hangat silaturahmi Syawal 1447 H memenuhi Masjid Islamic Center Dato' Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). Namun, di balik kemeriahan Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah tersebut, terselip pesan mendalam yang menyentuh sanubari ribuan jamaah yang hadir. Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengawali orasinya dengan menceritakan kejadian penutupan Masjidil Aqsha.

‎Ia menegaskan bahwa penutupan kiblat pertama umat Islam selama lebih dari sebulan ini bukan sekadar berita biasa, melainkan kedukaan besar. "Masjidil Aqsha ditutup. Ini Adalah kesedihan dan kedukaan kita. Kita sudah bersuara sejak awal," tegas Kyai Zaitun. 

‎Sayangnya, Ketua MUI Bidang Ukhuwah ini menyayangkan sikap diamnya sebagian besar umat Islam saat saudara-saudaranya di Gaza terus terhimpit blokade zionis. Ketidakpedulian inilah yang menurutnya menjadi tantangan terbesar, padahal kabar penindasan tersebut sudah terang-benderang sejak bulan Ramadan lalu. 

‎"Kita sedih Ketika umat Islam tidak bergerak. Ketika umat Islam diam. Dari Maroko sampai Merauke, kecuali yang dapat dari Rahmat Allah itu juga sedikit," tambahnya.

‎Berangkat dari keprihatinan di tanah Palestina, Kyai Zaitun kemudian menarik benang merah ke arah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas. Ia mengingatkan agar semangat membela kemanusiaan tidak boleh dicoreng oleh tindakan yang justru merugikan sesama muslim. 

‎Ia menyoroti ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk, seraya berpesan agar energi perjuangan difokuskan sepenuhnya untuk melawan penjajah. 

‎Kyai Zaitun memberikan perumpamaan menohok, "Kalau Iran menyerang negara Teluk dengan alasan mengejar pangkalan Amerika, apa bedanya dengan Zionis yang menyerang Gaza untuk mengejar pejuang Palestina?!" Ia menekankan, "Jika Iran fokus menyerang penjajah maka tentu simpati akan besar kepada mereka."

‎Ketajaman dalam melihat masalah global ini, menurut Kyai Zaitun, memerlukan kacamata ketakwaan, bukan sekadar hawa nafsu atau semangat yang meledak-ledak. 

‎Ia mengajak umat untuk bersikap objektif dan adil dalam menilai, termasuk dalam menyikapi perbedaan mazhab seperti Syiah. Baginya, menjaga akidah itu fundamental, namun tidak boleh membuat kita kehilangan rasa adil. 

‎"Kita lihat masalah ini dari kacamata ketakwaan, jangan melihatnya dengan perasaan dan hawa nafsu," pesannya di hadapan para tokoh termasuk Bupati Bulukumba. "Kita harus sedih jika ada serangan ke Iran karena di sana juga kaum Muslimin, meskipun ada perbedaan dengan kita. Tapi kita harus adil," sambungnya, seraya menekankan pentingnya meluruskan pandangan dan bersikap adil termasuk pada orang kafir sekalipun, sebagaimana Alquran memberikan petunjuk tentang hubungan kaum beriman dengan Romawi dan juga Persia.

‎Keadilan dalam berpikir inilah yang kemudian harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui konstitusi perdamaian dunia. Wahdah Islamiyah secara tegas mendukung penuh jika pemerintah mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza. "Melaksanakan konstitusi perdamaian dunia wajib kita dukung pengiriman pasukan ke Gaza, sebagai muslim itu juga bahagian dari jihad. 

‎Tentu yang bertugas akan merasa bangga karena itu persembahan yang patut dibanggakan," tuturnya. Namun, perjuangan besar itu harus dimulai dari hal-hal kecil di dalam diri, yakni menghidupkan nilai-nilai Islam melalui ketakwaan yang nyata, berbagi dengan sesama di masa sulit, menahan amarah, dan menjaga lisan agar tidak menyakiti.

‎Pesan ini pun menukik hingga ke ranah personal dan organisasi, di mana Kyai Zaitun meminta para kader Wahdah untuk selalu mendinginkan kepala meski hati sedang memanas. "Hati boleh panas, tapi kepala harus dingin," pintanya. 

‎Kyai Zaitun bahkan sempat berbagi pengalaman pribadinya saat diuji oleh komentar negatif netizen yang melupakan jejak perjuangannya untuk Palestina, namun ia memilih untuk membalasnya dengan kelapangan dada dan bersyukur atas cinta mereka pada Palestina. 

‎Ia berharap kader Wahdah bisa menahan emosi dan mau mengalah dengan ormas Islam lainnya demi persatuan. "Kader Wahdah juga harus mengalah dengan ormas lain demi persatuan karena sama-sama mengajak kebaikan," tegasnya, seraya menekankan keinginan Wahdah untuk maju bersama ormas lain mewujudkan Indonesia Emas dan Berkah.

‎Sebagai penutup yang mengunci seluruh rangkaian pesan, Kyai Zaitun menekankan pentingnya loyalitas atau Al-Wala. Loyalitas ini tidak hanya tertuju pada kebenaran Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi juga tegak lurus pada aturan pemimpin, ulama, serta dasar negara Pancasila dan UUD 1945. 

‎"Jaga loyalitas kita pada kebenaran, al wala lil hak. Kita muslim loyal pada Islam. Harus loyal pada pemimpin. Baik itu pemimpin ulama maupun pemimpin di Masyarakat," serunya. []

Berita | 05 Apr | Selengkapnya ...
Dengarkan Streaming Online

 Radio Wahdah

Dakwah - Pendidikan - Sosial - Kesehatan

Ormas Islam Bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah

Profil


DPW Wahdah Islamiyah Sulsel

Jl. Antang Raya
Ruko Antang Business Center (ABC) No. 4
Kec. Manggala, Kota Makassar
Sulawesi Selatan 90234, Indonesia
Telp. +62 821-4777-1717
Makassar - Indonesia 90234
E-Mail : [email protected]